aku dan para penyair

aku malu berkata
terbata kataku gugup serupa degub
ketika mereka, para penyair itu lembut mencipta kata

lidahku kelu, lugu juga gagu
bagai serdadu aku diserbu deru melayukan hurufku
ketika mereka, para penyair itu melagu merdu

bibirku mengatup
tak mampu menyebut
abjadku kalut dilarung kemelut
bagai sayap mengepak sayup, lunglai memburai
ketika mereka, para penyair itu larut berasa gemulai...

mulutku ragu mangmang
mengapung linglung suaraku lengang
nadaku sumbang senyaring hening
bagai di padang gersang tak ada sepercik ricik
ketika mereka, para penyair itu khusuk nyanyi dalam sunyi

tak ada ke-jumawaan untuk bersyair seperti mereka, para penyair
membuatku nyinyir seperi dilansir setumpukan syairnya
tak ada tempat untuk berlagak seperti mereka, para penyair
sajak serasa diinjak tiap kali aku memijakkan pena dengan tegak
ketika mereka, para penyair itu menumpahkan tintaku, kataku muntah...

tuntun penaku mengeja syairmu yang mengalun
atau rapalkan lafal-lafal biar kuhafal
pijarkan penaku biar sinar menjalar membakar gemerincing puing puisiku

jangan usir aku dari wilayahmu....wahai...
jangan gerus kataku yang sudah mendengus
biarkan aku belajar kefanaan wusulmu saat kau meracik aksara...


10132011, 1.55 demak...siang lengang

0 komentar

[MAKLUMAT] Buku puisi Mantra Asmara x - +