Dalam hening samadi
kubiar wajahku dicabar angin
yang menghimpit seluruh sampai segala yang luruh
aku dilepas takdir ketengah-tengah para penyair
yang sedang menyantap puisi-puisinya
disela aku menjadi kembara mencari mataair
aku mengapung gamang diatas permukaan laut khouf roja'ku
sambil menyuarakan risau, galau, balau, lalu meracau
demi kedigdayaan mencipta kata
aku mengejar lajur laknat cinta
yang mengepul diantara perjanjian sakral
yang tibatiba menggigilkan ujung penaku
saat tiap entah menyimak sajak para penyair itu...
lalu, mataku menyala dikobar airmata : trenyuh
kemarilah wahai...
penyair yang ditakdir ngalir bagai musafir
pelangikan dzikirku dengan sajak-sajakmu
ajari aku santun menulis gerimis
ditengah kesiur deru yang merenda saat rinduku mendera
akan kukibarkan api ditengah kau asyik bersendawa
dalam hening samadi
aku khusuk menyimak sajak para penyair itu.
12102011, 22.19 malam...DEMAK
Selamat Menunaikan Ibadah Ngopi
Arsip Website
- Oktober 2015 (1)
- Februari 2015 (2)
- Desember 2014 (1)
- November 2014 (1)
- Mei 2014 (4)
- April 2014 (9)
- November 2013 (1)
- Oktober 2013 (11)
- September 2013 (7)
- Agustus 2013 (1)
- Juni 2013 (6)
- Mei 2013 (7)
- Februari 2013 (1)
- Januari 2013 (3)
- Desember 2012 (2)
- November 2012 (1)
- Oktober 2012 (5)
- September 2012 (3)
- Agustus 2012 (3)
- Juni 2012 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (5)
- Maret 2012 (7)
- Januari 2012 (4)
- Desember 2011 (11)
- November 2011 (7)
- Oktober 2011 (19)
- September 2011 (1)
- Agustus 2011 (9)
- Februari 2011 (1)
- Desember 2010 (1)
- November 2010 (1)
- Agustus 2010 (1)
- Januari 2010 (1)
Data Postingan bulan ini :
Unknown

0 komentar