DEMI...puisi usman arrumy

demi benderang bulan dilindap malam
aku lelah memagut resah yang dijamah rindu
merengkuh tubuh menyadap jasad
kesiapa saja yang kalap juga silap aku tetap lelap
sungguh aku lelah
berserah setengah merah, aku pasrah...

demi lengkung lelangit yang lancip serupa perahu
yang segala darimu menyihir benci jadi cinta
aku lelah mencumbui gundah yang lembab membasah
rindu meraung dipadang ruang
mengulur lidah melepas nafas

demi sengal doa yang tiap mataku mengunang mengenang kening kenangamu
serunai sajak merinai dari mataku dirabun damba
bertualang kau berulang menuang secercap angin lengang
membiarkan jantung bersenandung kidung
merancak, meracik ricik :menjadi bunyi sesunyi mimpi menyanyi

demi 15 sy'ban
yang saat itu kutatap elok matamu menohok kelopak dipojok pelupukku
mengawali ritus cinta
berbinar, lalu pudar menjadi nanar
tumbuh setelah lama rubuh ditindih keluh
sejak saat itu kukayuh lajur rindu dijalur badai
bukankah senyum kita menyala saat kita menari dibawah hujan



10132011, DEMAK

0 komentar

[MAKLUMAT] Buku puisi Mantra Asmara x - +