demi benderang bulan dilindap malam
aku lelah memagut resah yang dijamah rindu
merengkuh tubuh menyadap jasad
kesiapa saja yang kalap juga silap aku tetap lelap
sungguh aku lelah
berserah setengah merah, aku pasrah...
demi lengkung lelangit yang lancip serupa perahu
yang segala darimu menyihir benci jadi cinta
aku lelah mencumbui gundah yang lembab membasah
rindu meraung dipadang ruang
mengulur lidah melepas nafas
demi sengal doa yang tiap mataku mengunang mengenang kening kenangamu
serunai sajak merinai dari mataku dirabun damba
bertualang kau berulang menuang secercap angin lengang
membiarkan jantung bersenandung kidung
merancak, meracik ricik :menjadi bunyi sesunyi mimpi menyanyi
demi 15 sy'ban
yang saat itu kutatap elok matamu menohok kelopak dipojok pelupukku
mengawali ritus cinta
berbinar, lalu pudar menjadi nanar
tumbuh setelah lama rubuh ditindih keluh
sejak saat itu kukayuh lajur rindu dijalur badai
bukankah senyum kita menyala saat kita menari dibawah hujan
10132011, DEMAK
Selamat Menunaikan Ibadah Ngopi
Arsip Website
- Oktober 2015 (1)
- Februari 2015 (2)
- Desember 2014 (1)
- November 2014 (1)
- Mei 2014 (4)
- April 2014 (9)
- November 2013 (1)
- Oktober 2013 (11)
- September 2013 (7)
- Agustus 2013 (1)
- Juni 2013 (6)
- Mei 2013 (7)
- Februari 2013 (1)
- Januari 2013 (3)
- Desember 2012 (2)
- November 2012 (1)
- Oktober 2012 (5)
- September 2012 (3)
- Agustus 2012 (3)
- Juni 2012 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (5)
- Maret 2012 (7)
- Januari 2012 (4)
- Desember 2011 (11)
- November 2011 (7)
- Oktober 2011 (19)
- September 2011 (1)
- Agustus 2011 (9)
- Februari 2011 (1)
- Desember 2010 (1)
- November 2010 (1)
- Agustus 2010 (1)
- Januari 2010 (1)
Data Postingan bulan ini :
Unknown

0 komentar