Doa, sesekali ada yang mengandung leksikon; menyimpan hasrat untuk mengusut janji, kepasrahan berarti sikap diam, ekspreksi doa paling lembut keika ia menyangka bahwa Tuhan sedang menempa kesabarannya. Berdoa mungkin bisa menyimpan paham bercakap, di sana unsur curiga musti dihapus, menutup kemungkinan untuk prasangka kepada-Nya.
Puisi pun kerap menjadi ''Anamorfosi'' doa, sehingga terkadang tak bisa dibedakan antara doa dan puisi. Doa bagian dari puisi, atau puisi bagian dari doa; itu hanya jadi devosi pengertian yang tak berujung. Dualisme yang saling ganti dan bergeser maknanya sesuai naik-turun kadar penghayatannya secara gradual. Harap-cemas adalah keadaan yang wajib timbul dalam doa, sebab ia menentukan serius tidaknya dalam meminta.
Tak ada kesimpulan yang merajuk pada ke-bakuan sejenis definisi bagi doa, ia terus bergerak menuruti kebutuhan, seperti puisi, terus mengalami proses menuju keadaan yang sebetulnya tak pernah selesai. Bahkan dalam pernyataannya yang paling bergairah pun, ia tetap menyimpan ''ingin'' untuk lepas dari beban.
Dari situ ada kemungkinan bahwa Doa dituntutkan agar manusia keluar dari khayal; Bahwa ketika harapan-harapan dirundung aral, doa berperan untuk menghalaunya, atau, ketika kebutuhan-kebutuhan terpenuhi, doa bertugas untuk melindungi manusia agar tetap jadi manusia dan, ini yang paling penting; tidak sempat memberi peluang untuk jadi malaikat.
25 Juny 2013, Kairo
Puisi pun kerap menjadi ''Anamorfosi'' doa, sehingga terkadang tak bisa dibedakan antara doa dan puisi. Doa bagian dari puisi, atau puisi bagian dari doa; itu hanya jadi devosi pengertian yang tak berujung. Dualisme yang saling ganti dan bergeser maknanya sesuai naik-turun kadar penghayatannya secara gradual. Harap-cemas adalah keadaan yang wajib timbul dalam doa, sebab ia menentukan serius tidaknya dalam meminta.
Tak ada kesimpulan yang merajuk pada ke-bakuan sejenis definisi bagi doa, ia terus bergerak menuruti kebutuhan, seperti puisi, terus mengalami proses menuju keadaan yang sebetulnya tak pernah selesai. Bahkan dalam pernyataannya yang paling bergairah pun, ia tetap menyimpan ''ingin'' untuk lepas dari beban.
Dari situ ada kemungkinan bahwa Doa dituntutkan agar manusia keluar dari khayal; Bahwa ketika harapan-harapan dirundung aral, doa berperan untuk menghalaunya, atau, ketika kebutuhan-kebutuhan terpenuhi, doa bertugas untuk melindungi manusia agar tetap jadi manusia dan, ini yang paling penting; tidak sempat memberi peluang untuk jadi malaikat.
25 Juny 2013, Kairo
Unknown


0 komentar