sajak segi tiga

dulu, meski hanya sejenak
selalu untukmu tiap detak kucetak sajak
lenguh aku tak pernah lengah merekam tiap kalammu
lantas kita asyik mengusik khusuk apa saja yang membuat kita suntuk
sambil bersendawa kita bercerita tentang kesukaan yang kita anggap cinta
pendek kata kita ciptakan sejarah....

kau kini, yang musti lebih berhak mencintaku
sebab kau juga tahu
hurufhurufku yang meski layu
sering kau punguti untuk kau jadikan puisi

bukan dia, yang kau tak pernah merasa senyummu mengembang
saat kau yang justru kini bersama dia
padahal kau tahu
cintanya tak selembut dan sesungguh aku
kau pendam dalam hingga aku memejam

bahkan aku sebelumnya tak pernah sepintas menduga
bagaimana kiranya kau tak punya sebab yang kini aku harus tamat
juga tanpa isyarat apalagi sebenarnya kau tak ingin aku lenyap

lebih dari sekedar pengakuanku dengan adamu atas adanya
mungkinkah patut kubenci hadirnya dihadapmu.....


0 komentar

[MAKLUMAT] Buku puisi Mantra Asmara x - +