dulu, meski hanya sejenak
selalu untukmu tiap detak kucetak sajak
lenguh aku tak pernah lengah merekam tiap kalammu
lantas kita asyik mengusik khusuk apa saja yang membuat kita suntuk
sambil bersendawa kita bercerita tentang kesukaan yang kita anggap cinta
pendek kata kita ciptakan sejarah....
kau kini, yang musti lebih berhak mencintaku
sebab kau juga tahu
hurufhurufku yang meski layu
sering kau punguti untuk kau jadikan puisi
bukan dia, yang kau tak pernah merasa senyummu mengembang
saat kau yang justru kini bersama dia
padahal kau tahu
cintanya tak selembut dan sesungguh aku
kau pendam dalam hingga aku memejam
bahkan aku sebelumnya tak pernah sepintas menduga
bagaimana kiranya kau tak punya sebab yang kini aku harus tamat
juga tanpa isyarat apalagi sebenarnya kau tak ingin aku lenyap
lebih dari sekedar pengakuanku dengan adamu atas adanya
mungkinkah patut kubenci hadirnya dihadapmu.....
Selamat Menunaikan Ibadah Ngopi
Arsip Website
- Oktober 2015 (1)
- Februari 2015 (2)
- Desember 2014 (1)
- November 2014 (1)
- Mei 2014 (4)
- April 2014 (9)
- November 2013 (1)
- Oktober 2013 (11)
- September 2013 (7)
- Agustus 2013 (1)
- Juni 2013 (6)
- Mei 2013 (7)
- Februari 2013 (1)
- Januari 2013 (3)
- Desember 2012 (2)
- November 2012 (1)
- Oktober 2012 (5)
- September 2012 (3)
- Agustus 2012 (3)
- Juni 2012 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (5)
- Maret 2012 (7)
- Januari 2012 (4)
- Desember 2011 (11)
- November 2011 (7)
- Oktober 2011 (19)
- September 2011 (1)
- Agustus 2011 (9)
- Februari 2011 (1)
- Desember 2010 (1)
- November 2010 (1)
- Agustus 2010 (1)
- Januari 2010 (1)
Data Postingan bulan ini :
Unknown

0 komentar