AKU MENCINTAIMU

diamdiam gemuruh itu tak henti meluruh
entah jika tibatiba hening ini melengking bagai seruling
yang seperti biasa
mendebarkan seluruh ruang ruh

aku mencintaimu
bahkan hanya untuk kau yang entah
yang justru kau terlihat paling kasat
dan kau mampu mengubur seluruh debur

aku mencintaimu
ditengah himpitan angin mencipta dingin
bahkan bagai laut yang melumat lumut
aku telanjang sebugil gigil,
dihadap dan terhadapmu

aku mencintaimu
bahkan diselubung lorong relung yang serupa kalung
kureguk poros parasmu yang selaras nafas
aku mengelana di geronggang agungmu
sampai kepias piuh pancarmu



barangkali ini adalah birahi
yang mengabukan tiap nurani
melahap lesap sampai tak kasat
dekaplah laku lukaku dengan sejuk pelukmu

aku mencintaimu
seperti sediakala : tanpa masa....

0 komentar

[MAKLUMAT] Buku puisi Mantra Asmara x - +