diamdiam gemuruh itu tak henti meluruh
entah jika tibatiba hening ini melengking bagai seruling
yang seperti biasa
mendebarkan seluruh ruang ruh
aku mencintaimu
bahkan hanya untuk kau yang entah
yang justru kau terlihat paling kasat
dan kau mampu mengubur seluruh debur
aku mencintaimu
ditengah himpitan angin mencipta dingin
bahkan bagai laut yang melumat lumut
aku telanjang sebugil gigil,
dihadap dan terhadapmu
aku mencintaimu
bahkan diselubung lorong relung yang serupa kalung
kureguk poros parasmu yang selaras nafas
aku mengelana di geronggang agungmu
sampai kepias piuh pancarmu
barangkali ini adalah birahi
yang mengabukan tiap nurani
melahap lesap sampai tak kasat
dekaplah laku lukaku dengan sejuk pelukmu
aku mencintaimu
seperti sediakala : tanpa masa....
Selamat Menunaikan Ibadah Ngopi
Arsip Website
- Oktober 2015 (1)
- Februari 2015 (2)
- Desember 2014 (1)
- November 2014 (1)
- Mei 2014 (4)
- April 2014 (9)
- November 2013 (1)
- Oktober 2013 (11)
- September 2013 (7)
- Agustus 2013 (1)
- Juni 2013 (6)
- Mei 2013 (7)
- Februari 2013 (1)
- Januari 2013 (3)
- Desember 2012 (2)
- November 2012 (1)
- Oktober 2012 (5)
- September 2012 (3)
- Agustus 2012 (3)
- Juni 2012 (1)
- Mei 2012 (1)
- April 2012 (5)
- Maret 2012 (7)
- Januari 2012 (4)
- Desember 2011 (11)
- November 2011 (7)
- Oktober 2011 (19)
- September 2011 (1)
- Agustus 2011 (9)
- Februari 2011 (1)
- Desember 2010 (1)
- November 2010 (1)
- Agustus 2010 (1)
- Januari 2010 (1)
Data Postingan bulan ini :
Unknown

0 komentar