UNTUKMU

untukmu, ingin ku ukir sekulum takbir pada lempeng takdir..

sembari mendesirkan tasbih yang ku titipkan pada angin.



untukmu, pelapah langit ingin ku gores dengan huruf nabi.

agar membiar cabar rinduku tak menentu..



tapi bagaimana aku hendak menyanyi…

sementara di selangkang malam hati telah mati.

ah sudahlah…

biarlah.

ku coret munajat ini di relung tanah saja..

supaya tak ada bianglala yang hinggap di mata.





malam jumat, 2010

kaliwungu.

0 komentar

[MAKLUMAT] Buku puisi Mantra Asmara x - +